Kasih sayang yang ku rindukan


Download Beta


By: AWALIANI AKMALIA
(SMAN 1 Pati X-9)

Aku adalah insan manusia yang tercipta dari generasi adam dan hawa. Aku adalah insan manusia yang terlahir di bumi ini karena karunia dari yang kuasa yang diberikan kepada sepasang wanita dan laki-laki yang tangguh dan kukuh. Tapi ... aku adalah sebagian dari segelintir insan di dunia ini yang masih diberi kesempatan untuk menghirup udara, menghembuskan nafas dan masih bisa merasakan karuniamu ya ALLAH..... Tapi aku adalah seorang anak dari pasangan suami istri yang mengalami keadaan “BROKEN HOME”. Dari kecil aku sudah tidak mendapat kasih sayang dari seorang ayah, padahal aku tercipta di bumi ini karena berkat adanya ayah dan ibu. Tapi setelah aku lahir aku tidak mendapatkan kasih sayang itu. Aku adalah aku yang setiap hari selalu merindukan kasih sayangmu di setiap waktu, di setiap saat, di setiap kesempatan. Dari sejak aku mulai masuk sekolah pertama kali, aku sudah ditinggal ayahku entah kemana. Aku hanya hidup sendiri dengan mamaku. Mamaku adalah wanita yang tangguh yang selalu berusaha mencukupi semua kebutuhanku baik itu kasih sayang, material, dan pendidikan.Terkadang aku duduk termenung menatap keadaanku yang seperti ini. Mungkin ini sudah jadi kehendak takdir dari yang kuasa yang diberikan untukku. Setiap sore teman-teman sekolahku pergi dengan kedua orangtuanya. Tapi berbeda dengan diriku, aku hanya diam dirumah bersama pembantuku untuk menantikan kedatangan mamaku sepulang kerja. Mungkin waktu itu aku belum cukup mengerti tentang keadaan keluargaku, setiap malam aku selalu bertanya kemanakah ayahku pergi??? ... dimakah dia sekarang???...

Aku selalu merengek kepada mamaku. Tapi mamaku berusaha menenangkanku dengan memberikan hadiah kepadaku. Itulah ketulusan hati seorang wanita yang sudah berjuang melahirkanku di dunia ini, begitu tulusnya hati mamaku. Selembut sutra.

Walaupun ayahku sudah lama tiada kabar, tapi di setiap doaku aku selalu mendoakan ayahku dimanapun ayahku berada dan aku selalu berharap agar aku, mamaku, dan ayahku bisa berkumpul lagi seperti dulu walau itu Cuma sesaat saja,  itu cukup menjadi kado terindah yang tidak pernah akan aku lupakan seumur hidup. Karena aku ingin sekali merasakan bagaimana rasanya  mendapat kasih sayang dari seorang ayah? Yang selama aku kecil aku belum pernah merasakannya.
                                             
Di setiap hariku aku menanti kedatangan ayahku, tapi tak kunjung datang juga. Aku tetap sabar menanti, karena aku percaya bahwa allah akan mengabulkan doaku.

Selang beberapa minggu, tepatnya saat itu aku sudah duduk di bangku “TAMAN KANAK-KANAK” aku terkejut sekali, saat aku sedang asyik menonton televisi dengan pembantuku yang selalu menemani hari-hariku, tiba-tiba ada sesosok orang yang mengetuk daun pintu rumahku.lalu aku segera bergegas keluar dan ternyata.......(perasaanku terkejut campur haru).

Ayahku datang dan segera memelukku. Betapa senang dan riangnya hatiku karena impianku yang selalu aku panjatkan di setiap doaku di siang hari itu terwujut. Ini adalah suatu anugrah yang aku nantikan selama ini. Aku segera ingin menangis bahagia, tapi aku juga ingin merasakan gimana rasanya bisa mendapat kasih sayang yang tulus itu??.
Setelah hari itu semua kembali seperti semula.Tidak mungkin bisa aku rubah sesuai kemauanku. Saat hari itu ayahku kembali kerumah kita dan bahkan malam harinya ayahku tidur denganku. Tapi apa yang terjadi setelah itu??.................................................................

Pagi-pagi buta ayahku sudah pergi meninggalkanku lagi, entah kemana tanpa meninggalkan satu pesanpun untuk aku. Saat aku terbangun aku sudah sendirian di tempat tidur, dan saat aku bertanya kepada mamaku ... maka dari situlah aku menarik kesimpulan bahwa ayahku mungkin tidak menyayangiku dan mungkin tidak menginginkanku untuk ada di bumi ini. Aku memang insan manusia yang selalu merindukanmu ayah.... tapi aku tahu siapa posisi diriku di matamu?? Aku mungkin tidak pernah kamu anggap sama sekali. Aku mungkin bagimu itu tiada, aku mungkin bagimu sudah tidak berguna. Setelah kejadian itu aku sadar mungkin aku tidak akan mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah.

Mamakulah yag selalu memberikanku semangat, nasehat agar aku menjadi anak yang kuat, tegar, dan tidak mudah putus asa. Aku tahu aku belum bisa menerima ini semua. Karena pada hakikatnya setiap anak berhak mendapatkan kasih sayang dari orang tua kandungnya. Tapi itu bukan untuk diriku. Aku yang masih kecil, mungkin aku saat itu sangat labil dan belum mengetahui bagaimana keadaan yang sebenarnya sedang dialami kedua orangtuaku. Keadaan ini membuat mamaku tidak kuat jika terus melanjutkan hubungan dengan ayahku.

Dan pada akhirnya setelah aku mulai beranjak masuk bangku”SEKOLAH DASAR”, mamaku segera mengajukan gugatan kepada ayahku ke pengadilan negeri agama untuk segera mengakhiri hubungan dengan ayahku. Dan kami memutuskan untuk pulang ke pati menemani nenekku yang sudah tua dan sakit-sakitan. Setelah aku lama tinggal di jepara akhirnya aku kembali ke pati lagi dan aku pindah sekolah di pati. Aku sedih karena harus kehilangan teman-teman baikku di jepara, dan meninggalkan mereka disana. Harus meninggalkan guru-guru kesayanganku, dan semua teman-teman kecilku dulu yang selalu menemani hari-hari sendiriku selama aku tinggal di jepara.

Setelah semua urusan kepindahanku dan surat-surat sudah selesai aku segera berberes-beres untuk kepindahanku ke pati. Aku senang sekali karena aku bisa kembali ke kota kelahiranku yang sudah lama aku tinggalkan selama 5tahun untuk berpelancong ke jepara. Banyak kenangan yang terkesan disana. Banyak kejadian yang menjadi memori terindahku dan semangat hidupku.

Setelah aku di kota pati, aku melanjutkan sekolah dasar di “SD N 2 DENGKEK”.itu adalah sekolah yang dekat di rumah nenekku.

Hari pertamaku masuk sekolah itu semua berjalan baik-baik saja. Karena aku bisa bertemu dengan temen-teman kecilku lagi dan bahkan satu kelas dengan mereka. Itu salah satu anugrah dari yang kuasa yang masih memberikanku teman untukku bisa tersenyum riang mengisi hari-hariku yang tanpa kasih sayang seorang ayah.

Semua guru-guru di sekolah baruku juga sangat baik dan ramah kepadaku dan malah yang membuat aku terkejut semua guru-guru sudah mengenal baik dengan keluargaku.karena di desa itu keluargaku di kenal oleh banyak orang karena kearifan dari alm.kakekku dulu.

Hari demi hari kujalani dengan penuh suka duka, penuh keceriaan dengan teman-teman baruku. Dan aku di sana juga banyak mempunyai teman-teman yang sayang kepadaku.

Tapi setelah aku pindah ke kota pati, semua teman-temanku yang ada di jepara sudah sangat sulit aku hubungi karena kendala sinyal. Kamipun sudah tidak pernah kontek sama sekali dan hubungan kita terputus begitu saja. Entah karena apa aku sudah tidak bisa lagi berkomunikasi dengan teman-temanku yang dulu lagi.

Selang beberapa tahun kemudian, dan urusan perceraian mamaku dan ayahku selesai aku kehilangan sosok nenek yang selama ini selalu membantu aku dan mamaku disaat kami sedang  mengalami kehidupan ekonomi yang sulit dan neneklah orang yang selalu ada. Nenek sudah dipanggil untuk menghadap sang khalik, ini mungkin sudah jalan dari yang kuasa dan atas semua kejadian ini membuatku mengerti bahwa hidup di dunia ini penuh cobaan dan alang rintangan selama kita hidup, dan tinggal bagaimana kitanya yang dapat mengambil hikmah dari semua kejadian yang terjadi di dunia ini.

Setelah itu aku dan mamaku menjalani kehidupan dengan berdua saja, karena aku sudah tidak bersama ayahku. Rasanya aku ingin sekali bertanya dengan yang kuasa. Kenapa ya ALLAH????..... Aku sebagai insan manusia tidak pernah bisa merasakan kasih sayang dari seorang ayah, sejak kecil dan sampai aku sekarang ini. Yang aku rasakan hanyalah kasih sayang tulus dari seorang mama yang selalu membimbingku hingga aku sekarang ini. Mama yang selalu merawatku, menjagaku, dan selalu ada saat aku sakit dan selalu berusaha memberikan kasih sayang yang lengkap kepadaku juga membanting tulang untuk mencukupi semua kebutuhan yang aku inginkan agar aku tidak kurang suatu apapun.

Setelah urusan mama dan ayahku selesai (bercerai) aku benar-benar sudah tidak tahu lagi harus dengan bagaimana caranya supaya aku bisa bertemu dengan ayahku. Ayahku seperti hilang ditelan bumi dan tidak seorangpun yang mengetahui dimana keberadaannya. Karena aku sangat-sangat ingin tahu dimana keberadaan ayahku, akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya kepada keluarga dari ayahku, dan hasilnya nol... tidak seorangpun memberitahuku dimanakah keberadaan ayahku sekarang berada.

Aku tidak menyerah begitu saja karena aku masih memiliki hak untuk tahu dimana ayahku sekarang berada karena aku adalah anak kandung dari hasil pernikahan yang syah.

Tepat di hari lebaran aku dan mamaku berkunjung ke keluarga dari ayahku. Dengan tujuan supaya aku bisa bertemu dengan ayahku dan juga aku bersilahturahmi dengan nenekku. Tapi setelah berjam-jam aku menunggu sambil berbincang-bincang dengan sanak saudara harapanku sia-sia. Hingga malam datang dan hingga aku bergegas untuk berpamitan pulang, tanda-tanda kemunculan ayahku sama sekali tidak terlihat. Aku semakin yakin bahwa ayahku tidak ada disini dan bergegaslah ku langkahkan kakiku untuk meninggalkan rumah nenekku dan kembali ke rumah dengan perasaan hati kecewa.

Ini adalah kali kedua aku berharap agar aku bisa bertemu dengan ayahku dan aku bisa mendapatkan kasih sayang dari ayahku dengan setulus jiwa. Tapi itu hanya mimpi belakaku saja karena itu hanya khayalan salah satu insan manusia yang sedang menunggu hadirnya kasih sayang dari seorang ayah!!!!!

Aku bukan barang !! Aku bukan boneka !! aku bukan mainan !! aku bukan lelucon !! aku bukan hiasan !! yang bisa dirubah kapan saja ,, dimainkan kapan saja ,, dan dipindah-pindah kapan saja...
Aku punya perasaan ,, aku punya hati ,, aku punya jiwa yang selalu menyatu dalam hati dan juga aku bisa kapan saja terjatuh dan sakit. Yang aku inginkan sejak kecil Cuma satu.............................................................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Aku ingin merasakan bagaimana bisa bermanja ria dengan seorang ayah, bisa pergi jalan-jalan bersama ayah, bisa bermain-main dengan ayah, dan lain-lain yang biasa dilakukan anak-anak sebayaku bersama ayah tercintanya.

Setelah aku duduk di kelas 5SD , saat itu mamaku merencanakan untuk menikah lagi dengan mantan pacarnya dulu. Aku sempat bingung untuk menyetujuinya atau tidak. Aku berfikir dan terus berfikir. Dengan mamaku menikah lagi, aku akan mempunyai figur seorang ayah yang selama ini aku nantikan, tapi aku juga sedikit memiliki rasa was-was dalam hatiku jikalau ayah baruku tidak dapat berperilaku baik kepadaku. Dan pada akhirnya semua keputusan aku serahkan kepada mamaku. Jika ini memang terbaik untukku dan mamaku aku akan menerimanya dengan ikhlas.

Akhirnya pada tanggal 5 NOVEMBER 2008 mamaku dan papa baruku melangsungkan pernikahan sesuai syariat islam dan syah di depan hukum. Malam itu semua keluarga besarku berkumpul semua untuk menyaksikan pernikahan mamaku dan tidak lupa memberikan doa supaya pernikahan ini dapat membawa berkah, dan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warohmah. Amin.............................................................

Keesokan harinya aku kembali seperti biasa, menjalankan kewajibanku menjadi seorang siswa. Dan saat aku masuk sekolah pagi itu. Ada salah satu temanku yang mengejekku. Mereka bilang mamaku beginilah....... keluargaku beginilah............. dan sebagainya. Aku tidak berani melawannya saat itu, karena aku adalah siswa paling kecil di kelas 5. Aku hanya duduk terdiam ditemani sebuah buku yang setia bersamaku disaat aku sedang sedih. Teman-temanku selalu mencemooh diriku, mengatakan bahwa keluargaku beginilah............ ayahku beginilah............... tapi tetap aku tidak berani untuk memberontaknya. Biarlah mereka sepuasnya mengataiku seperti itu. Karena mereka tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada keluargaku. Mereka hanya mengetahui hanya dari satu mulut yang mereka percaya, mereka tidak mengetahui bagaimana kronologis yang terjadi.
Aku sempat menangis dan sempat merunduk sedih atas semua cemoohan ini. Tapi itu tak lama aku sesegera menghapus linangan airmataku dan kembali terfokus untuk belajar dan aku segera naik kelas dan LULUS. Itulah yang menjadi semangatku disaat ada masalah seperti itu.

Tapi aku sadar bahwa kehidupan itu memang penuh cobaan tidak selamanya selalu bahagia. Aku memang dari kecil belum pernah merasakan indahnya mendapat pelukan kasih sayang dari figur seorang ayah tapi dengan kehidupan baru yang aku jalani dengan mamaku ini mungkin aku akan mulai sedikit demi sedikit mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah . walaupun itu bukan dari ayah kandungku tapi dari papa baruku. Itu sudah membuatku merasa cukup, karena mungkin lewat perantara papabarukulah mungkin aku bisa merasakan kasih sayang dari seorang ayah, yang selama ini hilang dan bahkan tak pernah aku alami semasa aku kecil dan sampai aku beranjak seperti sekarang ini.

Setelah aku naik ke kelas 6, aku harus semangat untuk menghadapi EBTANAS. Itu adalah tantangan yang harus aku hadapi. Di setiap hariku aku selalu mendapatkan kasih sayang dari keluarga baruku baik dari mamaku sendiri dan juga dari papa baruku. Inilah yang membuatku semakin semangat dalam menjalani ini semua.

Waktu berjalan cepat dan semkain dekat dengan EBTANAS. Entah ada angin apa tiba-tiba teman-teman yang dulu selalu membenciku, mereka datang menghampiriku dan meminta maaf kepadaku . aku sempat merasa tersanjung akan itu, tapi setelah aku mengetahui maksut yang tersirat di dalamnya aku jadi sedikit kaget.

Mungkin mereka mau berteman denganku karena kita sebentar lagi akan menghadapai ujian nasional. Mereka mau berteman denganku karena mereka mengandalkanku supaya aku bersedia untuk bertukar jawabanku kepada mereka. Tapi aku mempunyai taktik sendiri. Mungkin mereka merasa aku tidak mengerti maksut tersirat yang sempat disampaikan mereka, tapi aku sudah bisa membaca dari glagat mereka yang mencurigakan dan tidak dapat dimasuk akal.

Teman-temanku yang lain yang senasib denganku juga sama. Tiba-tiba entah ada angin apa yang menghampiri mereka, mereka datang kepada temen-temenku itu dan meminta maaf atas semua kesalahan yang mereka telah perbuat selama ini, mungkin mereka juga mempunyai maksut yang sama. Tapi berbeda denganku, temanku justru tidak mau memaafkan karena mereka sangat sakit hati dan merasa telah direndah-rendahkan tanpa tahu apa salahnya.

Akupun segera menghampiri teman-teman setiaku, dan kita berdiskusi. Setelah denting beberapa saat, akhirnya kita mempunyai solusi dan kita beranggapan bahwa mungkin solusi kita ini adalah solusi terbaik untuk kita semua. Kamipun segera kembali melanjutkan membaca buku, karena sebentar lagi kita akan meninggalkan sekolah dasar dan menghadapi ujian nasional yang mengerikan.waooooww.............................!!!!!!amazing!!!!!!!!!!!!!

Setelah tiba waktunya aku dan teman-teman dihadapkan dalam sebuah pertempuran ujian nasional penentu nasib kita semua. Pagi itu tidak seperti pagi-pagi sebelumnya. Pagi itu adalah hari pertama kita mengerjakan ujian akhir sekolah dan itu adalah kali pertamanya ujian nasional tingkat SD. Rasa was-waspun tiba-tiba terasa dalam hati. Rasa nerves, resa deg-degan, dan rasa cemas. Tapi itu semua bisa kami lalui denagn jalan berdoa dan tetap terus berusaha. Pada hari pertama ujian adalah mapel bahasa indonesia, menurut kami itu lumayan mudah, dan saat denting-dentingnya aku mengerjakan soal tiba-tiba terlihatlah sebuah lipatan kertas kecil yang secara tiba-tiba tepat ada di atas mejaku. Dan ternyata............!!!! itu adalah lipatan kertas yang sengaja di lempar oleh mantan musuhku yang menginginkan jawaban dariku, supaya dia mendapat nilai yang maksimal. Tetapi aku tidak sebodoh yang mereka fikirkan. Aku hanya memberinya 10 jawaban benar dan lainnya jawaban salah, bukan aku bermaksut uuntuk pelit atau apa tapi aku berusaha untuk bisa meraih prestasi dengan susah payah dan dengan kerja kerasku selama ini.

Setelah aku melemparkan kembali kepada sang pemilik lipatan kertas itu. Tidak lama kemudian, lipatan kertas itu kembali melambung dan kali ini gantilah temanku yang satu yang mendapat lambungan kertas itu. Lagi-lagi untuk meminta jawaban.
Tapi semua usaha yang dilakukan oleh mantan musuhku itu semua sia-sia. Dia beranggapan bahwa dia akan mendapatkan nilai bagus dengan mencontek jawaban-jawaban dari teman-temannya, tetapi semua itu tidak berhasil.

Setelah hari kedua semua berjalan normal, dan hatiku sudah merasa terbiasa untuk menjalani ujian nasional. Dan tepat hari kedua, temanku yang curang itupun juga segera melanjutkan aksinya kembali dan dengan tenangnya menjalankan aksi menconteknya. Lagi-lagi aku dan temnaku yang terkena imbasnya. Tetapi tetap aku mempunyai sejuta taktik supaya nilaiku tetap paling unggul.

Setelah hari kedua ujian selesai di hari terakhir ujianpun mereka masih melanjutkan aksi curangnya dengan berbagai macam bentuk. Dan untuk di hari ketiga ini aku tidak memberikan satu jawabanpun kepada temanku itu, karena akupun belum selesai mengerjakannya. Aku mengira aku akan dibencinya lagi, ternyata tidak. Karena mereka berfikir bahwa toh akhirnya juga kita semua akan LULUS dan melanjutkan ke sekolah yang sesuai keinginan kita sendiri. Akupun berencana untuk melanjutkan ke SMP N 2 PATI. Karena entah kenapa aku ingin sekali di sekolah lanjutan itu. Tentunya berbeda dengan teman-temanku, karena temna-temanku berasal dari golongan keluarga yang berbeda denganku.tetapi itu tidak menjadikan penghalang untukku bisa berteman dengan mereka.aku tetap berteman dengan mereka, karena mereka adalah temen-temanku yang paling baik di sekolahku yang baru ini.

Dan saat hari dimana pengumuman jumlah nilai ujian,, hari itu berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Dimana aku dan temen-temen setelah selesai menghadapi ujian nasional, kami masuk sekolah hanya bermain-main saja, berbincang-bincang membahas sekolah lanjutan yang akan kita tuju dan sebagainya. Tetapi pada hari itu berbeda, hatiku yang awalnya sayup sedu berubah secara drastis menjadi berdebar-debar. Dan tiba saatnya akulah yang dipanggil. Hatiku was-was serasa bulu kudukku merinding, dingin, dan terpapang kaku. Saat aku membuka amplop dan ternyata..................................................................!!!!!!!
24,15 itu adalah nilai yang berhasil aku peroleh. Aku cukup bersyukur atas hasil yang aku terima, karena itu adalah buah hasil dari semua kerja kerasku, usahaku, dan tidak lupa selalu berdoa kepada yang kuasa.

Setelah semua amplop dibagikan kepada para siswa-siswa lalu tibalah pengumuman siapakah peraih nilai tertinggi?? Dan ternyata peroleh nilai nem tertinggi di sekolahku adalah .................................... AWALIANI AKMALIA...........................................................
Aku yang saat itu duduk di belakang terkejut dan akhirnya aku bergegas untuk segera maju kedepan dan menerima reword dari sekolah.

Aku benar-benar tidak percaya semua ini, setelah semua kejadian pahit yang kualami selama ini, tetapi ALLAH telah mempunyai jalan yang lebih baik yang ditujukan kepadaku. aku tetap bersyukur atas rahmat yang diberikan ALLAH kepadaku dan atas semua kejadian ini membuatku semakin lebih dewasa dan aku bisa berfikir lebih kritis dan rasional. Mungkin semasa kecilku aku tidak mendapatkan kasih sayang dari ayah kandungku. Tetapi dengan hidup baru bersama keluargaku yang baru ini aku sadar bahwa mungkin kebahagiaan yang aku harapkan selama ini akan terwujut lewat perantara papaku yang baru. Aku sangat bahagia sekali menjalani hidup baru dengan keluarga baruku. Aku sangat sangat bahagia dan senang. Aku janji aku akan selalu berusaha keras agar aku bisa mencapai cita-cita yang aku inginkan dan aku akan tetap selalu menjadi anak yang tetap berbakti kepada kedua orang tuaku dan aku tidak akan mengecewakan kedua orangtuaku.!!!!!!!!!



.......................................................................END.......................................................................



Share this post :

Poskan Komentar

Peraturan :
Karena beberapa kali terjadi penulisan komentar yang tidak sesuai dengan peraturan, maka banyak komentar yang admin hapus. Dan admin mengubah settingan komentar.

1. Silakan tulis komentar dengan bahasa yang sopan dan berkaitan dengan artikel.
2. NO SARA, NO PORNO, NO KEKERASAN.
3. Dilarang menulis komentar yg sama pada setiap posting.
4. Akun anonim sudah dinonaktifkan.
5. Jika menggunakan Name dan URL, harus URL yang valid. (tidak berlaku/dinonaktifkan)

> Jika ditemukan komentar yang melanggar ketentuan ini akan dihapus.
> Berlaku untuk komentar mulai 21 April 2013 dan seterusnya.

Sponsor

Anda merasa dibantu??? Silakan berikan DONASI anda seikhlasnya.

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. My-Axes - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
Selamat datang di My-Axes Edukasi. Sebuah situs blog sederhana yang akan memberikan anda pengetahuan-pengetahuan dan artikel terupdate. Ingin lebih dekat dengan admin? Hubungi admin dengan mengirimkan pesan singkat (sms) ke 085641282142. Terimakasih.